Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Muram

Semakin jauh, berdiri aku di senyap belukar air mata menatap senja. Kukira jari dan secangkir kopi hitam akan meredakan. Nyatanya, satu dua seduh an terasa hambar. Kukira retakan awan yang kuukir akan memastikan. Nyatanya, menjadi tafsir ketidak pantasan. Aku, pejalan lusuh yang kumuh, seorang pula beralasan, berkaca retak tak layak. Sembunyi haru di balik debu.