Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Apabila Esok

Sejujurnya, aku sedang cemas memikirkan esok hari kita akan seperti apa. Sebab begitu banyak kemungkinan dari ketidakmungkinan yang ada, serta ada satu hal yang mengganjal batinku tetapi enggan kutanyakan kepadamu, yaitu jawaban sebuah kalimat.

Kepada Tuan Penunggu

Aku tak pernah bosan berkaca di matamu. Meski kadang buram, ia selalu membuka pintu. Suatu kali, mataku tak berhenti bergerak membaca gerakmu dan aku tak menemukan apa-apa. Seharusnya aku menunduk. Kau telah sampai di dada. Bisa jadi telingamu bosan dengar bising dadaku. Tak ada yang perlu engkau simak. Duduk saja. Maka, tak akan lagi sesak.

Seorang Pelupa

Seorang pelupa adalah pengingat yang baik. Seorang pelupa selalu mengingat siapa satu-satunya orang yang dia cintai dan mencintai dia, walaupun dia adalah seorang pelupa. Dia selalu ingat menyebut namamu dalam pikirannya sesibuk apapun hingga dia lupa kesibukannya. Setiap kali dia sendirian dan dia lupa bahwa dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Setiap kali dia menikmati secangkir kopi dan dia lupa menambahkan gula. Setiap kali dia sedang menulis sesuatu yang dia lupa. Setiap kali dia merebahkan kepalanya di atas bantal yang dia lupa diletakkan di mana, sesaat sebelum dia memutuskan membaca doa tidur, dan tidak lupa, dia ingin memimpikanmu.

5 Tahap Patah Hati ?

Di umur gue yang sekarang yang baru menginjak anak baru gede, kalo diingat-ingat terakhir kali gue patah hati itu kira-kira ya empat windu yang lalu. Dan itu terakhir kalinya gue patah hati yang sangat.. Ah kau tahu kan rasanya ditinggal tanpa alasan dan gimana rasanya lo tahu dia panggil sayang ke wanita lain bahkan foto bersama. Terus beberapa windu kemudian dia sok perhatian dan tiba-tiba minta balik.  Maaf nikmati saja penyesalanmu. Untuk kali ini rasanya gue kapok sama yang namanya cinta bahkan takut buat buka hati,  bukannya gue gagal move on tapi trauma . Dan gue pikir-pikir pertanyaan temen gue ada benernya  "Mau sampe kapan hatimu kosong tak berisi mun?" .  "Sampai seseorang bisa membuat gue jatuh cinta" jawab gue dengan nada datar. Oke, curhat kan tuh jadinya.

Love to me ?

Aku si skeptis yang (belum) percaya cinta dapat hadir di antara dua hati yang baru mengenal. Untukku, mencintai tak harus diawali oleh melisankan “aku sayang kamu” . Sebab, bukannya itu ketergesa-gesaan? Atau hanya deretan kata rayuan?

Yang Terbaik :)

Segelas  mocca green tea panas baru saja kuseruput pelan penuh penghayatan, dengan harapan kepenatan di dalam kepalaku luruh dan reda. Kemudian aku mencicipi potato stik yang kupesan 5 menit lalu, aku menikmati setiap gigitannya dengan penuh penghayatan dan satu hela napas panjang. Kali ini aku tidak memesan makanan terlebih dahulu sembari menunggu sahabatku yang datang bersama kekasihnya.