Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Tentang Pengganti

Sesuatu yang telah berakhir, seharusnya memanglah berakhir. Tanpa ada satu hal pun yang masih tertinggal atau berbekas. Dan setelah itu kita memulai lembaran baru. Tetapi sayangnya tidak sesederhana itu, setiap manusia memiliki ingatan yang menyimpan kenangan, membuat manusia itu sendiri menjadi pengingat yang baik perihal momen yang pernah dilewati bersama.

! Ada Kata yang Hilang

Ada kata yang hilang dari secarik puisi yang kubaca kali ini. Penulisnya sedang ambil cuti dengan alasan tak pasti; tak ada lagi irama kesedihan yang bergelayut pada nada tiap aksaranya. Jejak-jejak retakan lukanya yang dulu berteriak lantang telah sembuh dari peluh yang tumbuh, dari ujung kuku kaki hingga ujung rambut kepala yang berkali-kali rubuh.

Kapan kau akan jatuh cinta?

Kapan kau akan jatuh cinta? Ketika kau ingin menabur gula pada cangkir kopimu yang penuh duka. Menikmatinya bersama foto mantan kekasih yang memilih berdansa dengan seorang pengoda ketimbang denganmu yang masih berkutat dengan janji setianya (haha wes ora onok setia-setia'an seng onok mah selingkuh tiada akhir).

! About The Heart

Sejatinya hati adalah organ tubuh yang tak akan bisa kau bohongi. Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul satu lebih empat puluh pagi. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Celebrating Loss :')

Malam semakin hingar dengan suara kesunyian. Bunyi kaki jangkrik yang bergesek bersatu padu dengan keheningan. Wajah kusam, rambut berantakan, mata yang melotot bak burung hantu yang lelah terjaga, serta udara dingin yang lebih tajam dari pisau pembelah daging seakan belum cukup menujukkan ketersiksaan pikiran yang kalut.