Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Me Time?

Mudah lelah padahal pekerjaan tidak seberapa, mudah marah padahal tidak ada sumber pencetus yang signifikan. Acap terdiam karena otak mendadak blank. Nggak tahu mau ngapain, padahal urusan begitu banyak. Atau tiba-tiba molor tanpa mengetahui penyebabnya, pola makan berubah, sulit konsentrasi dari nempel molor menjadi insomnia. Itulah tandanya untuk me time. “Alone, bukan lonely”,   menyendiri bukan kesepian, m enikmati beberapa saat untuk berdialog dengan diri sendiri.

Broke his Own Heart

Meski selalu ada kemungkinan, hati seringkali memaksakan diri untuk bertahan pada sebuah jatuh yang membuat pemiliknya lupa bagaimana cara tersenyum. Sampai saat ini, aku masih ingat beribu-ribu hari yang lalu, patah hati mengubah semua warna menjadi gelap. Menjadi hitam. Legam. Penuh rasa takut, bahkan hanya sekadar berbalas tatapan mata untuk sepersekian detik.

Pertahankan Aku

Malam ini aku terbangun dengan rasa rindu yang amat sangat menyesakkan dada. Rindu kepada caranya yang seakan-akan membuatku selalu merasa istimewa. Kemudian beberapa pikiran acak menghantamku dan sang isi kepala. Aku ingin selamanya diperlakukan seperti itu olehnya, merasa istimewa, menjalani hubungan yang baru seumur jagung ini dengan berlama-lama.