Seruput kopi putih terakhirku sore itu. Entah mengapa, saat itu aku lebih memilihi kopi dibandingkan teh mungkin mataku mulai terkantuk-kantuk karena berjam-jam membaca deretan aksara indah kitab suci Al-Qur’an. Seharusnya aku tidak mengeluh dan mengambil air wudhu. Terlebih, aku istirahat sejenak sambil mengunyah camilan-camilan yang biasanya kuhindari. Di luar kebiasaanku. Klasik, aku mencoba gaya hidup sehat dan semakin hari tubuhku seakan menolak camilan terebut. Namun, tidak pada hari itu. Dan lagi sore yang biasanya ramai dengan celoteh kawan, menjadi hening.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang tersenyum getir menahan debar jantungnya agar tidak gegabah, sebab rindu memporakporandakan harinya yang seharusnya berlangsung menyenangkan. Ia berharap waktu berjalan cepat, kecuali saat berada disampingmu.