Pada paragraf yang begitu singkat kau sempat menulis bekas luka. Di sana kau dan aku dahulu dengan tabah menyusun huruf demi huruf sambil belajar membuat narasi yang bahagia. Pada akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata selalu lemah untuk patuh terhadap air mata. Tak ada jeda untuk kau tinggal di sini. Biarkan aku membiarkanmu pergi.
Tidak Semua yang Saya Tulis itu Kamu