Mudah lelah padahal pekerjaan tidak seberapa, mudah marah padahal tidak ada sumber pencetus yang signifikan. Acap terdiam karena otak mendadak blank. Nggak tahu mau ngapain, padahal urusan begitu banyak. Atau tiba-tiba molor tanpa mengetahui penyebabnya, pola makan berubah, sulit konsentrasi dari nempel molor menjadi insomnia. Itulah tandanya untuk me time. “Alone, bukan lonely”, menyendiri bukan kesepian, menikmati beberapa saat untuk berdialog dengan diri sendiri.
Di dalam kata “me time” ada kata “met”, “i”, dan “me”. “I met me”, aku bertemu saya, aku menemui diri sendiri yang kerap kita lupakan karena kita sibuk dengan orang lain. Me time adalah cara adil memperlakukan diri sendiri. Dan me time pun menjadi penting.
“Dalam diam aku bertemu damai..
Dalam sunyi aku bertemu khusyuk..
Dan dalam sendiri aku bersahabat dengan diriku..”
Bila bersama orang lain ibarat berada dalam terang, perlu waktu menyendiri dalam gelap, karena di saat gelaplah kita bisa melihat indahnya kerlip bintang.
Komentar
Posting Komentar