Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
tersenyum getir menahan debar jantungnya agar tidak gegabah, sebab rindu
memporakporandakan harinya yang seharusnya berlangsung menyenangkan. Ia
berharap waktu berjalan cepat, kecuali saat berada disampingmu.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
menjaga irama langkahnya agar tak menyerah memahamimu, memperbaikimu, menyemangatimu
dan menguatkanmu sambil berharap tak pernah dihampiri keinginan untuk menyerah.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
membayangkan hidup dalam satu atap bersamamu. Bangun ketika kau masih sibuk
menikmati mimpi, lalu ia bergegas mandi, menyiapkan sarapan, dan mengecup keningmu
dengan hati-hati agar kau terjaga dengan bibir tersenyum.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
tak kenal lelah memantaskan diri agar kau tak malu bersanding di sampingnya,
pula supaya kedua orang tuanya percaya menitipkan hidupnya denganmu. Pagi hingga
sore hari ia habiskan untuk mencari alat tukar kebutuhan. Malamnya telah ia tetapkan untuk menghadap Tuhan.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
bersahabat baik dengan sejadah. Ia duduk tenang dan menyerahkan
apa yang ia tidak punya, memintal doa beserta amin dalam luruh air matanya
yang luhur hingga subuh tiba.
Dalam diam yang baik, ada seseorang yang
berharap besar ialah satu-satunya orang yang menjadi pemilik hatimu,
seterusnya.
Dalam diam yang baik,
seseorang itu memiliki keinginan sederhana; selalu membuatmu
bahagia karena menemukan separuh dirinya dalam dirimu.
Pasuruan
Komentar
Posting Komentar