Langsung ke konten utama

Permintaan Sederhana :')


Aku sedang memastikan doa-doa terjadwal rapi untuk malam ini, dan malam-malam berikutnya, sampai selamanya.
Apa kau ingin tau sebuah hal lucu?

Kata malaikat, Tuhan sedang tidak ingin diganggu dengan permintaanku
Sudah terlalu banyak permintaanku yang ingin terkabul.
Tetapi bukan tentang memilikimu.
Sejak menjadi akrab dengan rasa takut, kenangan gemar sekali mengajakku ribut.
Kini kepalaku sedang ramai, ada demonstrasi menuntut peradilan untuk kejahatan jarak yang tidak lagi bisa ditoleransi. 
Biar dia dipasung oleh gelak tawa orang-orang yang bersulang merayakan temu.
Dan apakah kau ingin tau apa yang terjadi setelah itu?
Aku rajin mengangkat kedua tangan sedada
Mengisi telapak tangan dengan harapan
Memejamkan mata, dan mengucap namamu terbata-bata
Menyulam kegelisahan menjadi kata amin
Dan mengajari rindu untuk tabah menghitung waktu
Agar dia betah menemani jam dinding yang selalu mengeluh linu mengeja rahasia.
Siapa orang yang membuatmu rajin berdoa?
Sebab aku sedang tidak menerima setiap kehilangan
Sebab dia hanya memberikan dua pilihan; menangkis atau menangis.
Tunggu, jangan marah padaku
Sebab aku hanya ingin berbaik sangka
Memastikanmu baik-baik saja di sana.
Jika Tuhan punya waktu senggang untuk membaca tulisanku
Aku punya permintaan sederhana.
Pertemukanlah kita di lain masa dalam keadaan saling jatuh cinta.
Karena...
Aku telah mengikat janji pada semua nadi jantungku
tiada satu pun yang boleh berdenyut
selain untukmu :')

Komentar

  1. menyentuh sekali...apa ini kisahmu??atau hnya sbuah karyamu...terharuu. . .slam knal y...

    BalasHapus
  2. hehe terima kasih.. ya begitulah dua2nya bener :')
    saalm kenal juga kak..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remember Sunday

Merindukan seseorang itu wajar, kan? Saat menulis ini aku sedang duduk sendirian di sebuah kedai kopi di daerah rumah sahabatku, sekitar satu kilometer dari rumahku. Kedai yang tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Ekterio kedai ini bergaya klasik. Ada tujuh meja berwarna hitam lekat yang tersedia di sini, dan dipasangkan dengan empat kursi hitam di tiap sisinya. Ada delapan orang yang sedang menikmati minuman dan obrolan hangat mengenai rencana esok hari, lima laki-laki dan tiga perempuan.

! About The Heart

Sejatinya hati adalah organ tubuh yang tak akan bisa kau bohongi. Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul satu lebih empat puluh pagi. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Mengapa Kau Bertanya?

Ketika menulis ini aku sedang menikmati secangkir kopi cappuccino latte dengan dua bungkus kecil gula cokelat. Sambil menunggu malam meninggi, aku melihat ke sekeliling kafe. Beberapa pasang insan yang berpacaran, dua barista yang sedang sibuk dengan meracik kopi, dan sekumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip dengan suara tawa yang lebih mengganggu daripada pengamen jalanan yang bernyanyi asal-asalan. Sembari menikmati beberapa tegukan kecil kopi yang kupesan, aku menatap deretan tombol keyboard laptop yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh. Pikiranku menerawang…