Langsung ke konten utama

Ada yang Bilang Cinta?

Ada yang bilang, cinta itu rendah hati, tetapi ia suka pongah.

Ada yang bilang, cinta itu membahagiakan, kata siapa? Kutemui di koran ada wanita yang ingin bunuh diri ketika kekasihnya menghilang setelah ia hamil tiga bulan, dan ada seorang pria yang meminum kopi campur autan karena ia ingin hilang ingatan.


Cinta itu, tak berlogika.

Kadang, aku mangkir pada panggilan-panggilan jatuh cinta, bukan apa-apa.Terlalu banyak alasan-alasan murahan yang nantinya ku tunjukkan penyebab aku patah hati, bukankah manusia memang pintar berkilah? Aku hanya menahan diri agar tak main dukun untuk memintanya membuat pria cinta mati dengan mantra picisan.

Sebelum kau memaknai cinta, apa yang bisa kau berikan bukti nyata?

Kuatkah telingamu seperti telinga ayah yang mungkin sebenarnya hampir tuli, mendengar ibu yang cerewetnya bukan main karena masalah sepele?

Kuatkah urat lehermu tertarik seperti ayah yang hampir putus asa ketika ia kena PHK, namun ayah tak berani bilang ke ibu, takut ibu pergi ke rumah nenek dan kawin lagi.

Kuatkah matamu, seperti ketika ibu cemburu melihat ayah senyam-senyum sendiri ketika nonton berita pagi, yang paras pembawa beritanya cantik sekali.

Kuatkah hatimu, seperti melihat ibu menangis diam-diam ketika tak sengaja membaca buku catatan rahasia ayah yang menuliskan tentang rindu mantan kekasihnya yang ternyata masih ia ingat hingga saat ini?

Kutanya terakhir kali, siapa lagi yang mau bilang cinta itu melulu tentang bahagia? Sini biar kubawa dia ke dokter cinta, supaya diperiksa kejiwaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remember Sunday

Merindukan seseorang itu wajar, kan? Saat menulis ini aku sedang duduk sendirian di sebuah kedai kopi di daerah rumah sahabatku, sekitar satu kilometer dari rumahku. Kedai yang tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Ekterio kedai ini bergaya klasik. Ada tujuh meja berwarna hitam lekat yang tersedia di sini, dan dipasangkan dengan empat kursi hitam di tiap sisinya. Ada delapan orang yang sedang menikmati minuman dan obrolan hangat mengenai rencana esok hari, lima laki-laki dan tiga perempuan.

! About The Heart

Sejatinya hati adalah organ tubuh yang tak akan bisa kau bohongi. Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul satu lebih empat puluh pagi. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Mengapa Kau Bertanya?

Ketika menulis ini aku sedang menikmati secangkir kopi cappuccino latte dengan dua bungkus kecil gula cokelat. Sambil menunggu malam meninggi, aku melihat ke sekeliling kafe. Beberapa pasang insan yang berpacaran, dua barista yang sedang sibuk dengan meracik kopi, dan sekumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip dengan suara tawa yang lebih mengganggu daripada pengamen jalanan yang bernyanyi asal-asalan. Sembari menikmati beberapa tegukan kecil kopi yang kupesan, aku menatap deretan tombol keyboard laptop yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh. Pikiranku menerawang…