Bagiku melawan diri sendiri memang melelahkan, apalagi
selalu tertuju pada seseorang. Memang
ada hal lain yang membuat kepalamu pusing selain karena prasangka? Yang selalu
membuatmu menerka-nerka esok hari akan seperti apa? Yang membuat otakmu lelah
untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu, hilangkan egomu itu. Tak usah memikirkan esok akan seperti apa,
cukup jalani dengan senyum dan selalu berdoa. Bukankah hidup itu penuh dengan
misteri.
Tetapi, memenuhi ego terkadang suatu kebutuhan. Bagiku salah
satu ego terbesar adalah mencintai seseorang. Apalagi yang bisa kamu lakukan
demi hatimu yang mencintai seseorang? Berjuang mendapatakannya atau hanya duduk
diam menunggu keajaiban datang? Semoga dia tau perasaanmu dan membalasnya.
Mari bahas...
Bagaimana bila perjuanganmu gagal? Apa kamu bersih kukuh melanjutkan
atau justru memilih pergi meninggalkan? Permasalahan berikutnya adalah ketika
kamu memilih melanjutkan. Pikirkan matang-matang dulu apakah dia layak untuk
diperjuangkan. Apakah ada jaminan perjuanganmu tak sia-sia?
Bagiku mencintai seseorang tidaklah pernah mudah, tanpa pamrih
bukan berarti tanpa perih. Cinta memang sebuah anugerah, tetapi tak jarang juga
menjadi sebuah musibah bila tak terbalas.
Terkadang dalam kasus melanjutkan, kamu memaksa diri berkali-kali berhenti
menyerah dalam resiko sakit yang ditanggung sendiri. Yang akhirnya membuatmu bertahan dalam luka
karena alasan cinta. Tapi, mau sampai kapan?
Sesungguhnya membahagiakan seseorang itu mudah. Bagiku keadaan
paling sulit adalah membahagiakan seseorang yang tak ingin dibahagiakan. Jangan buang-buang waktu. Waktu adalah kado terbaik yang disediakan Tuhan yang
bisa diberikan untuk seseorang. Dengan memberikan waktumu, berarti kamu
memberikan sesuatu yang tak dapat diulang kembali.
Dan bagiku waktu yang
tepat untuk pergi adalah ketika yang kamu dapat hanya pengabaian dan ketika mencintai seseorang membuatmu menjadi
orang lain, bukan dirimu sendiri.
Dan aku...
Aku ingin menjadi seseorang yang membuatmu merasa pulang
kerumah. Saling melengkapi dan membuatmu
berkata “cukup aku berhenti di kamu.” Hahaha abaikan kalimat barusan. Karena itu
hanya opini dan aku tidak yakin mengucapkannya.
Sekian.
kunjungan balik dari saya heheh http://www.yatmacorp.co.vu/2014/08/cara-memperbanyak-visitor-blog-trik.html
BalasHapus