Beranjak pergi dan kembali. Setiap orang akan selalu begitu, untuk mencari
dan menemukan. Entah itu garis takdir yang sudah ditetapkan atau memang
konspirasi semesta yang mempertemukan kita dan lalu… memisahkan.
Banyak sekali hal yang sedang aku
pikirkan, salah satunya adalah memikirkan kamu, dan aku pun terkadang tidak
mengerti jalan pikiranku sendiri. Apakah kau juga pernah merasakan hal ini?
Aku mengetik ini sambil
kebingungan, bingung dengan pertanyaan diriku sendiri. Apakah kita memang
sama-sama sedang mencari untuk saling menemukan? Atau setelah kita
dipertemukan, kita akan dipisahkan? Entahlah, tak usah terlalu memikirkan pertanyaanku, aku hanya bertanya
pada diriku sendiri, dan semoga jawabannya bukan berasal dari pertanyaan terakhir.
Sepertinya kita hanyalah korban dari rahasia waktu, kita terlalu sering mengira-ngira akan jatuh cinta pada siapa, akan memiliki hati siapa, dan akan menitipkan hati pada siapa. Itu adalah urusan hati, dan hati selalu berurusan pada waktu.
Saat kau
patah hati, apa yang kamu lakukan selain meyakinkan diri untuk tabah, sembuh,
dan melupakan? Kembali lagi, semua adalah perihal waktu. Kenapa harus berkaitan
dengan waktu? Aku selalu penasaran dengan retorika pertanyaan-pertanyaan yang
nihil jawaban itu.
Tapi,
mungkin jawaban paling benar adalah: ini semua masih rahasia sang waktu.
Rahasia yang
membuatmu terdorong untuk selalu mencari dan menatap, menatap kemudian menitip,
menitip lalu menutup. Menutup hati untuk menetap pada hati seseorang yang kamu
cari untuk kamu temukan dan seseorang itu mencari untuk menemukan kamu.
Hidup ini
terlalu singkat, untuk itu saat aku mencari dan menemukan, aku ingin
berlama-lama untuk hidup yang singkat ini.
Komentar
Posting Komentar