Langsung ke konten utama

Seorang Pelupa

Seorang pelupa adalah pengingat yang baik.

Seorang pelupa selalu mengingat siapa satu-satunya orang yang dia cintai dan mencintai dia, walaupun dia adalah seorang pelupa. Dia selalu ingat menyebut namamu dalam pikirannya sesibuk apapun hingga dia lupa kesibukannya. Setiap kali dia sendirian dan dia lupa bahwa dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Setiap kali dia menikmati secangkir kopi dan dia lupa menambahkan gula. Setiap kali dia sedang menulis sesuatu yang dia lupa. Setiap kali dia merebahkan kepalanya di atas bantal yang dia lupa diletakkan di mana, sesaat sebelum dia memutuskan membaca doa tidur, dan tidak lupa, dia ingin memimpikanmu.

Seorang pelupa jarang mengungkit kesalahan-kesalahan yang pernah kamu buat. Dia selalu berusaha keras mengingat kebaikan-kebaikan apa yang pernah kamu lakukan untuknya, sekecil apapun. Dia melupakan dendam. Dan jika dia tidak lupa, dia membuat hal manis yang tidak pernah kamu ketahui, entah apapun itu, dia mungkin sudah lupa.

Seorang pelupa kadang lupa waktu-waktu yang menurutmu penting dan bersejarah. Dia jarang menghitung sudah berapa lama dia bersama kamu, karena dia selalu lupa belajar matematika. Tapi percayalah, seorang pelupa tidak pernah lupa waktu pertama kali dia jatuh cinta. Waktu pertama kali kamu memutuskan untuk bersamanya. Waktu dia tidak marah saat kamu lupa menepati janji, dan dia memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf. Waktu dia berusaha tetap tersenyum menghadapi kamu yang sedang lupa dalam keadaan marah. Waktu kamu menyuruhnya untuk melupakannya untuk selama-lamanya. Dia akan mengingatnya, selalu, dalam diam, dia tidak akan pernah lupa.

Seorang pelupa akan selalu ingat hal apapun yang mungkin telah lama kamu lupakan.

Seorang pelupa tidak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu.

Pernahkah kamu dicintai oleh seorang pelupa?

Dan sialnya, aku lupa, aku adalah seorang pelupa.

Komentar

  1. bolehkah saya berteman dgn seorang pelupa nona? saya perhatikan setiap postingan bahasa kalbu anda bagus :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remember Sunday

Merindukan seseorang itu wajar, kan? Saat menulis ini aku sedang duduk sendirian di sebuah kedai kopi di daerah rumah sahabatku, sekitar satu kilometer dari rumahku. Kedai yang tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Ekterio kedai ini bergaya klasik. Ada tujuh meja berwarna hitam lekat yang tersedia di sini, dan dipasangkan dengan empat kursi hitam di tiap sisinya. Ada delapan orang yang sedang menikmati minuman dan obrolan hangat mengenai rencana esok hari, lima laki-laki dan tiga perempuan.

! About The Heart

Sejatinya hati adalah organ tubuh yang tak akan bisa kau bohongi. Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul satu lebih empat puluh pagi. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Mengapa Kau Bertanya?

Ketika menulis ini aku sedang menikmati secangkir kopi cappuccino latte dengan dua bungkus kecil gula cokelat. Sambil menunggu malam meninggi, aku melihat ke sekeliling kafe. Beberapa pasang insan yang berpacaran, dua barista yang sedang sibuk dengan meracik kopi, dan sekumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip dengan suara tawa yang lebih mengganggu daripada pengamen jalanan yang bernyanyi asal-asalan. Sembari menikmati beberapa tegukan kecil kopi yang kupesan, aku menatap deretan tombol keyboard laptop yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh. Pikiranku menerawang…