Di umur gue yang sekarang yang baru menginjak anak baru gede, kalo diingat-ingat terakhir kali gue patah hati itu kira-kira ya empat windu yang lalu. Dan itu terakhir kalinya gue patah hati yang sangat.. Ah kau tahu kan rasanya ditinggal tanpa alasan dan gimana rasanya lo tahu dia panggil sayang ke wanita lain bahkan foto bersama. Terus beberapa windu kemudian dia sok perhatian dan tiba-tiba minta balik. Maaf nikmati saja penyesalanmu. Untuk kali ini rasanya gue kapok sama yang namanya cinta bahkan takut buat buka hati, bukannya gue gagal move on tapi trauma . Dan gue pikir-pikir pertanyaan temen gue ada benernya "Mau sampe kapan hatimu kosong tak berisi mun?" . "Sampai seseorang bisa membuat gue jatuh cinta" jawab gue dengan nada datar. Oke, curhat kan tuh jadinya.
Patah hati menurut gue adalah suatu fase
di mana kita merasakan kondisi hati kita terasa sakit banget karena suatu hal.
Misalnya karena kita kehilangan seseorang yang kita cintai, kehilangan sesuatu
yang sangat berharga, atau kehilangan-kehilangan lainnya. Setiap orang punya
definisi atau deskripsi tersendiri tentang patah hati.
Yang sering terjadi di dalam kehidupan
ini adalah kita kehilangan seseorang yang kita cintai. Tanpa dibayangkan pun
rasanya kita udah tau rasa sakitnya seperti apa. Kayak digigit bayi, tapi
giginya taring semua, udah gitu gak pernah gosok gigi. Dan kita nggak pengen
‘kan merasakan hal itu?
Tapi, inilah hidup, mustahil kalo kita
nggak merasakan patah hati sekuat apapun hati kita. Thor aja kalo diputusin
pacarnya juga pasti dia galau, bohong kalo enggak. Dan ketika kita
merasakannya, secara nggak sadar kita mengalami lima tahap di dalam fase ini...
- Penyangkalan dan Menutup Diri
Pada fase ini kita biasanya menutup
diri. Kita ngerasa nggak bergairah menjalani kehidupan, uring-uringan di kamar,
jilat balsem, nangis sesengukan di balik bantal, pegang tembok sambil bilang sakitnya tuh disini, mengasingkan diri ke Kuwait,
nolak ajakan temen buat nyelengkatin bocah kecil di mal, atau melakukan hal
bodoh yang buruk seperti mabuk atau nampolin brimob yang lagi
ngopi. Tapi semoga kamu-kamu yang membaca ini
nggak melakukan hal bodoh yang gue sebutin ya, apalagi yang terakhir.
- Marah
Sekali lagi, akui aja, beberapa dari
kita pasti pernah marah dan merasa bahwa dunia ini kejam dan nggak adil buat
kita. Kita masih menyangkal bahwa kita udah kehilangan dan kita belum bisa
nerima kenyataan yang udah terjadi. Tapi nyatanya, inilah kenyataan yang udah
terjadi dan harus kita hadapi.
Kita merasa marah. Marah terhadap
kenyataan yang udah terjadi. Marah kepada diri sendiri kenapa hal ini harus
terjadi. Dan kita meluapkan kemarahan kita dengan cara marah-marah nggak jelas
sama orang tua, temen, sayur kangkung, atau yang sering terjadi update status di sosial media. Bisa juga marah dengan cara
diam, seperti ngejahit mulut yang dilakukan beberapa orang yang nggak sengaja
bersin pas di depan muka paspampres.
Kita tau, nggak sepantasnya kita
melakukan hal tersebut. Kita tau dan sadar betul bahwa orang-orang di sekitar
kita nggak sepantasnya disalahkan atas kenyataan yang udah terjadi. Tapi kenapa
kita tetap melakukan hal itu? Karena kita sedang dalam keadaan marah dan serba
salah. Kita nggak tau harus marah sama siapa untuk meluapkan rasa marah kita
sehingga kita melampiaskannya kepada orang, cangkul karatan, atau hal lain. Akui
aja, kita pasti pernah melakukan hal tersebut.
- Penawaran
Setelah kita merasa lelah untuk marah,
setelah kita sadar bahwa kenyataan bahwa ini semua udah terlanjur terjadi. Kita
biasanya melakukan tawar menawar sama diri sendiri, keadaan, dan orang yang
menghilang. Seperti contohnya:
“Gue janji sama diri sendiri hal ini
nggak akan terulang lagi, gue janji akan menjadi manusia yang lebih baik dari
sebelumnya.”
“Mungkin ini jalan yang terbaik buat
diri gue ke depannya.”
“Maafin aku, aku nyesel udah ngelakuin
ini. Seandainya dulu aku nggak maksa maksa buat nendang kepala pak haji, pasti
hal ini nggak akan terjadi.”
Pada tahap ini, kita udah sadar bahwa
semuanya udah terjadi. Yang kita lakukan adalah memaafkan diri sendiri, meminta
maaf sama orang-orang yang jadi pelampiasan kemarahan kita, sama orang yang
udah pergi, dan sama bakwan.
Kita akhirnya menyadari bahwa ini adalah
sebuah pelajaran yang semoga gak akan terulang lagi.
- Depresi
Pada tahap ini kita ngalamin depresi,
mulai dari depresi tingkat ringan sampai yang paling berat. Level-level depresi
tiap orang beda, tergantung gimana dia mengontrol emosinya, tetapi yang jelas
kita ngerasa sedih dan menyesal telah ngelakuin hal-hal yang jadi penyebab
kehilangan.
Saat tahap depresi ini, yang kita
butuhin adalah seseorang yang bener-bener ngerti apa yang sedang kita rasa dan
hadapi. Kita butuh support dari orang-orang terdekat seperti keluarga, kuda nil,
teman, atau sahabat. Kita butuh orang yang menguatkan, memberi bahu untuk
bersandar, tapi bukan bahu jalan ya.
Ya kita mengalami depresi, merasa
menyesal, dan merasa bahwa kita adalah orang yang paling bodoh di dunia ini.
Semoga aja kamu-kamu yang sedang berada dalam tahap ini dapat melaluinya dengan
baik, apalagi kamu berasal dari keluarga baik-baik. Jangan kecewain keluarga
kamu.
- Menerima Kenyataan
Tahap terakhir adalah menerima
kenyataan. Pada tahap ini kita sudah bisa menerima apa yang sudah terjadi. Kita
merasa sedikit lega dan tenang karena kita sudah bisa mengontrol diri dan
nenggak tujuh butir pil koplo. Tapi memang, dengan menerima kenyataan nggak
membuat semua kembali utuh seperti semula. Nggak membuat kembali orang yang
telah hilang.
Tapi
seenggaknya kita udah bisa menerima, itu yang terpenting.
Sayangnya, ada hal yang mengerikan di
tahap terakhir ini. Beberapa orang yang terlalu merasa terpuruk mengambil
‘jalan pintas’, yang sepertinya kamu-kamu ngerti. Misalnya kayak pas naik taksi
terus mata supir taksinya disemprot air cabe, minum vodka yang alkoholnya
dipisah, atau ngegigit kuping tukang daging. Ya semacam itulah…
Inilah lima tahap saat patah hati yang
kita pernah rasakan sebagai manusia normal. Mungkin bisa aja kamu melaluinya
cepet banget, bisa juga lama banget tergantung bagaimana kamu bisa menerima dan
menghadapi keadaan serta tekanan. Cepat di fase ini, lama di fase itu. Semua
ada kemungkinannya.
Tapi satu hal yang gue tekankan ketika
patah hati: Semua yang telah lalu biarkanlah berlalu, karena kita akan
mendapatkan dan menghadapi hal baru seperti nyolok mata pake lidi-lidian, nyebrang jalan sambil nari salsa, motong bebek pake rautan, niup
suling pake kuping, dan sebagainya.
All
you have to do is move on, ’cause whatever happens life must go on.
Semua akan terasa lebih mudah kalo kita
memaafkan diri kita di masa lalu. Semua akan terasa lebih mudah ketika kita
memaafkan orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita dan menyakiti kita, tanpa mengharapkan
uang kembalian. Semua akan terasa mudah kalo kita ikhlas.
Dan karena hidup adalah tentang datang dan
pergi, hanya beberapanya yang nyaman dan menetap, dengan segala kelebihan dan
kekurangan yang ada. Inilah hidup kita.
Kehilangan
mengajarkan kita betapa berharganya hal yang kita miliki. Sebelum hal buruk itu
terjadi yang harus kita lakukan adalah menjaga dan memperbaiki diri.
Komentar
Posting Komentar