“Bagaimana
jika kau mencintanya, namun kau ragu dengan dirimu sendiri?”
Bagaimana?
Ayo jawablah pertanyaanku bagaimana?
“Bagaimana
jika kau mencintainya, namun kau takut cintamu diabaikan?”
Bagaimana?
Ayo jawablah pertanyaanku bagaimana?
Kalimat tanya itu seolah tak habis
menggerogoti pikiranku yang sudah lelah dan ingin terlelap. Aku mencoba mencerna
jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan itu, namun aku malah balik bertanya…
Jika kau
memang mencintainya, kenapa kau bertanya?
Mungkin karena kita tak ingin membuang
waktu untuk mencintai orang yang salah atau dalam keadaan yang salah. Mungkin
karena kita tak ingin patah hati lagi. Mungkin karena kita melihat
diri kita sebagai seorang yang tidak memiliki apa-apa. Begitu kan? Atau
mungkin karena kita merasa jatuh cinta pada seseorang setelah sekian
lama mati rasa?
Kurasa, semua pertanyaan itu hanya terjawab
dengan keyakinan yang lahir dari dalam hati kita sendiri. Kita hanya harus
yakin dengan perasaan sendiri. Kita hanya harus berani mengambil
risiko bertaruh harapan jika nantinya gagal. Dan yang terpenting adalah…,
kita harus berani memperjuangkannya.
Orang
yang jatuh cinta sejatinya tidak memiliki apapun selain rasa cinta itu
sendiri.
Satu-satunya orang yang mengerti keadaan
adalah diri kita sendiri. Kita hanya harus yakini. Jangan menjudikan
harapan dengan prediksi-prediksi yang tercipta dari rasa penasaran. Jangan
merendahkan diri dengan membandingkan diri dengan orang-orang lain yang juga
mencintainya. Lawan rasa takut dan semua trauma itu.
Mencintai
seseorang dengan sebaik-baiknya bukanlah perkara mudah, karena kita harus
berkali-kali berhenti menyerah.
Jika pada akhirnya memilih menyerah,
entah sebelum atau sesudah mencoba. Siapkah kamu tetap mencintainya tanpa harus
mendengar suara tawanya, melihat senyumnya, mengenggam tangannya? Siapkah kamu melihat dia dibahagiakan
orang lain? Siapkan kamu mencintainya hanya dengan berdoa?
Silakan tanya pada dirimu sendiri
rasa ragu dan rasa takut itu adalah penghambat yang nomor satu mun! Jangan takut! cobalah jika hatimu yakin.
BalasHapusHahaha gitu ya. Bagaimana jika rasa ragu dan takut itu permanen tidak bisa dihilangkan?
Hapusjika begitu maka.. tidak akan ada pasangan dihidupmu :p *kabur*
BalasHapus