Langsung ke konten utama

Tanpa Judul


Bagiku melawan diri sendiri memang melelahkan, apalagi selalu tertuju pada seseorang.  Memang ada hal lain yang membuat kepalamu pusing selain karena prasangka? Yang selalu membuatmu menerka-nerka esok hari akan seperti apa? Yang membuat otakmu lelah untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu, hilangkan egomu itu.  Tak usah memikirkan esok akan seperti apa, cukup jalani dengan senyum dan selalu berdoa. Bukankah hidup itu penuh dengan misteri.


Tetapi, memenuhi ego terkadang suatu kebutuhan. Bagiku salah satu ego terbesar adalah mencintai seseorang. Apalagi yang bisa kamu lakukan demi hatimu yang mencintai seseorang? Berjuang mendapatakannya atau hanya duduk diam menunggu keajaiban datang? Semoga dia tau perasaanmu dan membalasnya.

Mari bahas...

Bagaimana bila perjuanganmu gagal? Apa kamu bersih kukuh melanjutkan atau justru memilih pergi meninggalkan? Permasalahan berikutnya adalah ketika kamu memilih melanjutkan. Pikirkan matang-matang dulu apakah dia layak untuk diperjuangkan. Apakah ada jaminan perjuanganmu tak sia-sia?

Bagiku mencintai seseorang tidaklah pernah mudah, tanpa pamrih bukan berarti tanpa perih. Cinta memang sebuah anugerah, tetapi tak jarang juga menjadi sebuah musibah bila tak terbalas.  Terkadang dalam kasus melanjutkan, kamu memaksa diri berkali-kali berhenti menyerah dalam resiko sakit yang ditanggung sendiri.  Yang akhirnya membuatmu bertahan dalam luka karena alasan cinta. Tapi, mau sampai kapan?

Sesungguhnya membahagiakan seseorang itu mudah. Bagiku keadaan paling sulit adalah membahagiakan seseorang yang tak ingin dibahagiakan.  Jangan buang-buang waktu. Waktu  adalah kado terbaik yang disediakan Tuhan yang bisa diberikan untuk seseorang. Dengan memberikan waktumu, berarti kamu memberikan sesuatu yang tak dapat diulang kembali.

Dan  bagiku waktu yang tepat untuk pergi adalah ketika yang kamu dapat hanya pengabaian dan  ketika mencintai seseorang membuatmu menjadi orang lain, bukan dirimu sendiri.

Dan aku...

Aku ingin menjadi seseorang yang membuatmu merasa pulang kerumah.  Saling melengkapi dan membuatmu berkata “cukup aku berhenti di kamu.”  Hahaha abaikan kalimat barusan. Karena itu hanya opini dan aku tidak yakin mengucapkannya.

Sekian. 

Komentar

  1. kunjungan balik dari saya heheh http://www.yatmacorp.co.vu/2014/08/cara-memperbanyak-visitor-blog-trik.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remember Sunday

Merindukan seseorang itu wajar, kan? Saat menulis ini aku sedang duduk sendirian di sebuah kedai kopi di daerah rumah sahabatku, sekitar satu kilometer dari rumahku. Kedai yang tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Ekterio kedai ini bergaya klasik. Ada tujuh meja berwarna hitam lekat yang tersedia di sini, dan dipasangkan dengan empat kursi hitam di tiap sisinya. Ada delapan orang yang sedang menikmati minuman dan obrolan hangat mengenai rencana esok hari, lima laki-laki dan tiga perempuan.

! About The Heart

Sejatinya hati adalah organ tubuh yang tak akan bisa kau bohongi. Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul satu lebih empat puluh pagi. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Mengapa Kau Bertanya?

Ketika menulis ini aku sedang menikmati secangkir kopi cappuccino latte dengan dua bungkus kecil gula cokelat. Sambil menunggu malam meninggi, aku melihat ke sekeliling kafe. Beberapa pasang insan yang berpacaran, dua barista yang sedang sibuk dengan meracik kopi, dan sekumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip dengan suara tawa yang lebih mengganggu daripada pengamen jalanan yang bernyanyi asal-asalan. Sembari menikmati beberapa tegukan kecil kopi yang kupesan, aku menatap deretan tombol keyboard laptop yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh. Pikiranku menerawang…